Pelatihan Mandor Konstruksi dan Uji Sertifikasi Kompetensi Perdana di Jawa Barat Digelar di Kecamatan Ciawi

oleh -29 Dilihat
banner 468x60

berantas86news | Bogor, 14 Oktober 2025 — Aula Kantor Kecamatan Ciawi hari ini menjadi saksi terselenggaranya kegiatan penting bagi peningkatan kapasitas aparatur desa. Sebanyak 13 kepala desa beserta staf dari seluruh desa di Kecamatan Ciawi mengikuti Pelatihan Mandor Konstruksi dan Uji Sertifikasi Kompetensi, hasil kerja sama antara PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk dengan Pemerintah Kabupaten Bogor.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor, Ir. Suryanto, mewakili Bupati Bogor. Hadir pula Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bogor, Hadi Jana, yang memberikan arahan kepada peserta.

banner 336x280

Plt Camat Ciawi, Denny Koswara, turut menyampaikan apresiasi terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Pertama, kegiatan ini kerja sama antara PT Indocement Tbk dengan Pemerintah Kabupaten Bogor, dalam hal ini Kecamatan Ciawi, berupa pelatihan tersebut di atas. Tadi dihadiri oleh Kepala Dinas PUPR, Pak Insinyur Suryanto, dan Kepala Dinas DPMD, Pak Hadijana. Dibuka secara resmi oleh Pak Suryanto mewakili Bupati, dan Pak Hadijana juga memberikan arahan. Narasumbernya semua dari Indocement. Hari ini pembekalan materi, besok ujian kompetensi untuk mendapatkan sertifikat,” ujar Denny Koswara.

Ia menambahkan, pelatihan ini merupakan yang pertama di Jawa Barat dan perdana di Kabupaten Bogor, menjadikan Kecamatan Ciawi sebagai pelopor dalam pelaksanaan sertifikasi tenaga kerja konstruksi di tingkat desa.

Materi pelatihan meliputi pembekalan teknis mengenai keselamatan dan kesehatan kerja (K3), teknik konstruksi, metode kerja, hingga penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Peserta yang lulus ujian akan memperoleh sertifikat kompetensi resmi sebagai mandor konstruksi bersertifikasi nasional.

Dalam wawancara dengan perwakilan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, Rahmat Jatmikanto menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi nyata antara sektor industri dan pemerintah daerah.

“Ini merupakan bentuk endorsement kolaboratif antara Indocement dengan Kecamatan Ciawi, tentunya juga atas dukungan dari Bapak Bupati Bogor. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kompetensi para anggota TPK, atau Tim Pelaksana Kegiatan, yang ada di desa-desa,” ujar Rahmat.

Menurutnya, pelatihan ini penting karena para anggota TPK memiliki tanggung jawab besar dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur desa, namun dari sisi pembekalan teknis masih perlu peningkatan.

“Kita tahu bahwa teman-teman TPK ini memiliki tanggung jawab besar dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur di desa, namun dari sisi pembekalan teknis memang masih perlu ditingkatkan. Karena itu, kegiatan ini menjadi salah satu upaya kami untuk ikut berkontribusi. Kebetulan kami dari sektor material konstruksi, jadi bentuk tanggung jawab sosial kami juga diarahkan pada peningkatan kapasitas teknis di lapangan,” tambahnya.

Rahmat menjelaskan bahwa materi pelatihan dirancang secara komprehensif, mulai dari K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), ilmu bahan bangunan, metode kerja konstruksi, gambar teknik, hingga penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

“Harapannya, setelah mengikuti pelatihan ini, para peserta dapat memahami cara menghitung RAB secara akurat, mengetahui kebutuhan material yang tepat, sehingga ketika melaksanakan pembangunan, tidak ada bahan yang terbuang atau tersisa. Semuanya bisa digunakan secara efisien dan efektif,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya peran TPK sebagai pemimpin sekaligus pengawas kegiatan pembangunan yang sering melibatkan sistem padat karya di tingkat desa.

“Kalau kita lihat di lapangan, pembangunan yang bersumber dari dana desa itu rata-rata dikerjakan dengan sistem padat karya, di mana melibatkan banyak tenaga kerja lokal — kebanyakan para tukang. Nah, di sini posisi TPK sangat penting sebagai leader sekaligus pengawas kegiatan,” ujarnya.

Rahmat juga menekankan pentingnya pembekalan teknis bagi para TPK agar proses pembangunan di lapangan berjalan lebih terarah dan profesional.

“Langkah baiknya jika para TPK juga dibekali pengetahuan teknis yang memadai. Dengan begitu, proses di lapangan akan lebih terarah. Yang melaksanakan tahu apa yang harus dikerjakan, dan yang mengawasi juga paham apa yang sedang dilakukan. Jangan sampai pengawas justru hanya mengikuti arahan dari pelaksana tanpa menguasai substansinya,” tegasnya.

Terkait peran tim verifikasi dan pendamping desa, Rahmat menjelaskan bahwa koordinasi tetap berjalan seperti biasa, namun diharapkan akan menjadi lebih efektif pasca pelatihan ini.

“Peran mereka tetap sama seperti sebelumnya, hanya saja dengan adanya pelatihan ini kami berharap koordinasi dan komunikasi di lapangan bisa menjadi lebih baik. Dengan bekal ilmu tambahan, para TPK dapat lebih mudah berkoordinasi dengan tim verifikasi maupun pendamping desa, sehingga seluruh proses pembangunan bisa berjalan lebih profesional, transparan, dan berkualitas,” pungkas Rahmat.

Kegiatan pelatihan ini mendapat apresiasi luas dari peserta dan pihak kecamatan. Selain menambah wawasan teknis, kegiatan ini juga memperkuat semangat kolaborasi antara pemerintah daerah dan pihak swasta dalam membangun desa yang mandiri dan berdaya saing.

Dengan semangat sinergi, Kecamatan Ciawi kini menjadi contoh bagi kecamatan lain di Kabupaten Bogor dalam membangun model kerja sama produktif antara dunia industri dan pemerintahan desa. (mang uka)

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.