“Satu Rupiah Pun Tak Ada” – Tapi Siapa yang Bayar Tiketnya, Pak Maman?

oleh -15 Dilihat
banner 468x60

berantas86news | Katanya sih, “satu rupiah pun tak ada uang negara.” Begitu klarifikasi yang disampaikan Pak Maman Abdurrahman, Menteri UMKM kita yang baru. Isu yang menyeruak bukan tentang kebijakan UMKM, melainkan tentang Ibu Menteri (baca: istri beliau) yang dikabarkan minta fasilitas untuk ikut ke Eropa.

Beliau menegaskan, tidak ada sepeser pun uang negara yang dipakai untuk itu. Bahkan dalam klarifikasinya yang bergetar tapi percaya diri, Pak Maman menyebut:

banner 336x280

“Silakan cek. Tidak ada satu rupiah pun uang negara untuk istri saya.”

Satire-nya muncul begini: kita percaya, Pak. Kita yakin istri Bapak tidak makan uang negara. Tapi, izinkan rakyat bertanya pelan-pelan: yang mendampingi itu pakai uang siapa?

Karena dalam perjalanan dinas resmi, biasanya ada pendamping protokoler, staf ahli, ajudan, dan tentu saja… istri pejabat kalau ikut — itu termasuk rombongan atau pribadi?

Apakah ajudan yang menyertai istri Menteri juga dibayar dari uang pribadi Maman? Atau mungkin ajudannya memang hobi jalan-jalan Eropa dan mau bayar sendiri? Atau jangan-jangan dibayarin Ibu Menteri? Wah, ini istri teladan kalau begitu…

Kalau kata orang tua kita:

“Hidup itu jangan cuma jujur, tapi juga pantas.”

Karena bisa jadi bukan uang negara yang dipakai, tapi fasilitas negara yang dinikmati. Maka rakyat pun bertanya dengan senyum tipis: Kalau bukan korupsi, apa tidak ada empati?

Apa kabar UMKM di desa-desa yang tidak punya ongkos untuk studi banding ke pasar tradisional sebelah, sementara Ibu Menteri bisa studi “mendampingi” ke pasar Eropa?

Sekali lagi, kita rakyat kecil ini tidak su’udzon. Tapi kita juga bukan daun kering yang gampang digoyang angin klarifikasi. Kita cuma ingin tahu:

“Kalau memang tidak pakai uang negara, lalu uang siapa? Dan kenapa sampai minta fasilitas?”

Akhirul kalam, kami titip pesan:

“Berjalanlah dengan rendah hati, bukan sekadar rendah tarif.”

Salam hangat, dari rakyat yang tak pernah diajak ke Eropa, bahkan cuma lewat mimpi… tak pernah.

Redaksi

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.