berantas86news | Ciawi Bogor – Pemerintah bersama Anggota Komisi V DPR RI menggelar sosialisasi Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Desa Banjarsari, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, Senin (27/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan pelaksanaan program bantuan rumah layak huni berjalan tepat sasaran, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Acara dihadiri Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai Gerindra Marlyn Maesarah, Plt Camat Ciawi Denny Kuswara, Kapolsek Ciawi AKP Dede Lesmana Jaya, Danramil Ciawi Mayor Inf. Dwi Bambang, Kepala Desa Banjarsari, Kepala Desa Cibedug, Kepala Desa Jambuluwuk, Kepala Desa Bojongmurni, para pendamping Program BSPS, serta puluhan masyarakat penerima manfaat dari Desa Banjarsari, Jambuluwuk dan Cibedug.
Dalam sambutannya, Marlyn Maesarah mengawali dengan mengajak seluruh peserta bersyukur atas kesempatan berkumpul dalam keadaan sehat. Ia menegaskan bahwa kehadirannya sebagai wakil rakyat di Komisi V DPR RI merupakan bentuk komitmen untuk memperjuangkan berbagai program pembangunan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
”Alhamdulillah kita masih diberikan kesehatan dan kesempatan untuk berkumpul pada hari ini. Saya hadir sebagai perwakilan Komisi V DPR RI yang membawa sejumlah program untuk masyarakat Kecamatan Ciawi, salah satunya Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS),” ujar Marlyn.
Menurut Marlyn, selain Program BSPS, Komisi V DPR RI juga terus mengawal berbagai program pembangunan infrastruktur, termasuk peningkatan jalan dan program strategis lainnya yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia mengungkapkan, pada tahap pertama tahun 2026 Kecamatan Ciawi telah memperoleh alokasi 83 unit rumah melalui Program BSPS. Capaian tersebut diharapkan menjadi awal yang baik untuk memperluas cakupan bantuan pada tahun-tahun berikutnya.
”Alhamdulillah Kecamatan Ciawi pada gelombang pertama sudah mendapatkan sekitar 83 unit rumah. Mudah-mudahan pada tahun berikutnya kuota BSPS bisa kembali bertambah sehingga semakin banyak masyarakat yang memiliki rumah tidak layak huni dapat menerima bantuan,” katanya.
Marlyn mengakui masih banyak warga yang menantikan bantuan perbaikan rumah. Oleh karena itu, ia berkomitmen terus memperjuangkan penambahan kuota BSPS melalui pembahasan bersama pemerintah pusat.
”Kami memahami masih banyak masyarakat yang menunggu bantuan rumah layak huni. Insyaallah akan terus kami perjuangkan agar kuota BSPS terus bertambah sehingga persoalan rumah tidak layak huni dapat diselesaikan secara bertahap,” tegasnya.
Selama kegiatan berlangsung, masyarakat diberikan kesempatan berdialog langsung dengan para narasumber. Berbagai pertanyaan mengenai mekanisme pencairan bantuan, pelaksanaan pembangunan, hingga proses pendampingan dijawab secara terbuka sehingga masyarakat memperoleh pemahaman yang utuh mengenai Program BSPS.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan makan bersama yang diikuti seluruh tamu undangan, Forkopimcam Ciawi, para kepala desa, pendamping program, dan masyarakat penerima manfaat. Suasana penuh keakraban terlihat saat seluruh peserta duduk bersama menikmati hidangan sederhana sebagai simbol kebersamaan dan sinergi antara pemerintah, aparat, serta masyarakat dalam menyukseskan Program BSPS.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan pelaksanaan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Desa Banjarsari dapat berjalan sesuai ketentuan, tepat sasaran, dan menjadi solusi nyata dalam mengurangi jumlah rumah tidak layak huni di Kecamatan Ciawi. (MU)














