berantas86news | CIAWI BOGOR – Peringatan Hari Jadi Desa Cileungsi, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, ke-90 tahun 2026 berlangsung meriah di D’Royal Tapos, Minggu (23/8/2026). Salah satu agenda utama dalam perayaan tersebut adalah Karnaval Produk Unggulan Desa yang melibatkan masyarakat dari 30 RT yang tersebar di lima RW.
Karnaval tersebut menjadi ajang bagi warga Desa Cileungsi untuk menampilkan berbagai kreasi seni, budaya, pakaian tradisional, serta hasil usaha masyarakat dari masing-masing wilayah. Setiap RT menampilkan kreativitasnya di hadapan Kepala Desa Cileungsi, Plt. Camat Ciawi, Kapolsek Ciawi, jajaran Koramil 0621-11, serta para tamu undangan.
Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang kegiatan. Berbagai penampilan yang dibawa masing-masing RT tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkenalkan keberagaman budaya sekaligus potensi ekonomi masyarakat Desa Cileungsi.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus Hari Jadi Desa Cileungsi ke-90 tahun 2026.
Plt. Camat Ciawi, Deni Kuswara, M.M., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Desa Cileungsi dan seluruh masyarakat yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut.
“Apresiasi yang setinggi-tingginya untuk Desa Cileungsi yang sudah mengadakan Karnaval Budaya Nusantara dalam rangka HUT Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus Hari Ulang Tahun Desa Cileungsi yang ke-90. Luar biasa, sangat meriah, antusiasme masyarakat benar-benar menunjukkan bagaimana masyarakat Cileungsi,” ujar Deni Kuswara.
Menurut Deni, tingginya partisipasi masyarakat dalam karnaval tersebut menunjukkan adanya kekompakan dan semangat gotong royong yang kuat di tengah masyarakat.
“Ini menunjukkan bagaimana kebersamaan, kekompakan dan gotong royong masyarakat Cileungsi. Dari 30 RT yang berada di lima RW semuanya ikut mengambil bagian dan menampilkan kreativitas masing-masing. Ini tentu menjadi sesuatu yang sangat positif,” katanya.
Deni berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sehingga tidak hanya menjadi agenda perayaan hari jadi, tetapi juga menjadi sarana pelestarian budaya dan pengembangan potensi ekonomi masyarakat.
“Kami berharap kegiatan seperti ini terus dipertahankan dan dikembangkan. Budaya Nusantara harus kita lestarikan, sementara hasil kreativitas dan usaha masyarakat juga harus terus didorong agar dapat memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Desa Cileungsi, Baban Subandi, A.Md., mengatakan kegiatan karnaval merupakan bentuk kebersamaan masyarakat dalam memeriahkan Hari Jadi Desa Cileungsi ke-90 sekaligus memperkenalkan potensi yang dimiliki masing-masing wilayah.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kebersamaan seluruh masyarakat Desa Cileungsi. Dari 30 RT yang berada di lima RW, masing-masing menampilkan kreativitas dan potensi yang mereka miliki. Ini menunjukkan bahwa masyarakat kita memiliki banyak potensi, baik dari sisi budaya, seni maupun hasil usaha masyarakat,” ujar Baban.
Baban menjelaskan, pelaksanaan kegiatan tersebut didukung melalui anggaran desa serta partisipasi masyarakat. Pemerintah Desa Cileungsi mengalokasikan anggaran sebesar Rp20 juta melalui APBDes, sedangkan kebutuhan lainnya dipenuhi melalui swadaya masyarakat.
“Untuk kegiatan ini, dari Pemerintah Desa Cileungsi kita menggunakan anggaran desa melalui APBDes sebesar Rp20 juta. Selebihnya, kegiatan ini didukung melalui swadaya masyarakat. Ini menunjukkan bahwa kegiatan bisa berjalan dengan baik karena adanya kebersamaan dan partisipasi warga,” jelas Baban.
Menurut Baban, semangat swadaya masyarakat menjadi salah satu kekuatan utama dalam pelaksanaan peringatan Hari Jadi Desa Cileungsi tahun ini.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat, para ketua RT dan RW serta semua pihak yang sudah bergotong royong menyukseskan kegiatan ini. Tanpa dukungan masyarakat, tentu kegiatan ini tidak akan bisa semeriah seperti sekarang,” katanya.
Ia berharap momentum Hari Jadi Desa Cileungsi ke-90 dapat semakin mempererat silaturahmi sekaligus mendorong masyarakat untuk terus mengembangkan potensi budaya dan ekonomi lokal.
“Kami ingin Hari Jadi Desa Cileungsi ke-90 ini bukan hanya menjadi acara seremonial, tetapi menjadi momentum untuk mempererat persatuan, menjaga budaya, meningkatkan gotong royong dan mendorong perekonomian masyarakat melalui berbagai hasil usaha dan kreativitas warga,” tutur Baban.
Karnaval yang diikuti 30 RT dari lima RW tersebut menjadi gambaran keberagaman dan kekayaan potensi masyarakat Desa Cileungsi. Masing-masing kelompok tampil dengan ciri khas dan kreativitasnya, sehingga menciptakan suasana perayaan yang meriah sekaligus sarat dengan nilai kebersamaan.
Kehadiran unsur pemerintahan, TNI dan Polri, serta para tamu undangan turut memberikan dukungan terhadap kegiatan masyarakat tersebut. Peringatan Hari Jadi Desa Cileungsi ke-90 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat gotong royong dan membangun semangat kebersamaan dalam mendukung pembangunan desa.
Dengan semangat budaya, gotong royong dan swadaya masyarakat, perayaan Hari Jadi Desa Cileungsi ke-90 tahun 2026 menjadi bukti bahwa partisipasi warga merupakan kekuatan penting dalam menjaga identitas budaya sekaligus mengembangkan potensi desa. (MU)













