berantas86news | Malang – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago menegaskan bahwa pembentukan prajurit elite tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan melalui proses disiplin, profesionalisme, dan kesiapan tempur yang diasah setiap hari. Penegasan tersebut disampaikan saat memberikan pengarahan kepada jajaran perwira Divisi Infanteri 2 Kostrad di Markas Brigif 18/Trisula, Malang, Minggu (15/2/2026).
Dalam arahannya, Menko Polkam menekankan bahwa Kostrad merupakan pasukan strategis yang digerakkan negara dalam situasi genting. Karena itu, tidak boleh ada ruang bagi kelalaian sekecil apa pun di lingkungan satuan elite.
“Kostrad bukan satuan biasa. Ini pasukan pemukul strategis yang menjadi andalan negara saat kondisi kritis. Prajurit elite dibentuk dan dilatih setiap hari, bukan menjelang operasi. Tidak ada toleransi terhadap kelalaian,” tegasnya.
Mantan Komandan Brigif Linud 18/Trisula periode 1992–1993 itu menilai, disiplin merupakan fondasi utama kekuatan tempur. Kesalahan kecil di medan operasi berpotensi memicu dampak besar yang merugikan satuan maupun negara. Oleh sebab itu, standar latihan, kesiapsiagaan, serta kepatuhan terhadap rantai komando harus dijaga tanpa kompromi.
Ia juga menyoroti pentingnya kepemimpinan yang berintegritas dan adaptif terhadap dinamika global. Menurutnya, kualitas satuan sangat ditentukan oleh kualitas para perwira yang memimpin.
“Pemimpin harus hadir di depan, bukan di belakang. Rantai komando harus tegas dan dihormati. Profesionalisme prajurit menjadi faktor penentu dalam menjaga stabilitas nasional di tengah situasi geopolitik yang tidak menentu,” ujarnya.
Selain kesiapan tempur, Menko Polkam menekankan urgensi penguasaan teknologi modern sebagai bagian dari transformasi pertahanan. Modernisasi alutsista dan peningkatan kapasitas digital prajurit dinilai menjadi kebutuhan mutlak di era peperangan berbasis teknologi.
“TNI harus unggul di medan tempur sekaligus menguasai teknologi. Di sisi lain, prajurit juga harus hadir di tengah masyarakat dan memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan rakyat,” tambahnya.
Dalam konteks tersebut, ia mencontohkan keterlibatan TNI dalam membantu penanganan bencana banjir di sejumlah wilayah Sumatra sebagai wujud nyata kehadiran negara saat masyarakat menghadapi kesulitan.
Menko Polkam turut mengajak seluruh elemen bangsa menjaga soliditas nasional serta mendukung program prioritas pemerintah, antara lain SPPG, Sekolah Rakyat, Pengobatan Gratis, dan Koperasi Merah Putih, sebagai bagian dari penguatan ketahanan nasional secara menyeluruh.
“Prajurit yang andal lahir dari proses yang keras dan kompetisi yang sulit. Tidak ada titik akhir dalam pengabdian kepada negara. Sebelum tembakan salvo berbunyi, pengabdian seorang prajurit belum berakhir,” pungkasnya.
Kunjungan tersebut dihadiri Sekretaris Kemenko Polkam Letjen TNI Mochammad Hasan, para deputi Kemenko Polkam, Panglima Divif 2 Kostrad Mayjen TNI Syaiful Sulun, Kepala Staf Divif 2 Kostrad Brigjen TNI Septaviandi, Danbrigif 18/Trisula Letkol Inf Paulus Pandjaitan, serta jajaran perwira Divisi 2 Kostrad. (***)













