oleh : Raden Bentar (M. Mas’ud)
berantas86news | Bogor, 01/04/2025 – Idul Fitri, yang dikenal sebagai hari raya umat Islam, merupakan momen yang penuh kebahagiaan dan makna. Di Indonesia, setelah melaksanakan shalat Idul Fitri di masjid atau lapangan, umat Islam biasanya melanjutkan tradisi yang telah menjadi kebiasaan, yaitu ziarah kubur.
Setelah melaksanakan shalat Idul Fitri, yang biasanya dimulai dengan khotbah dan diakhiri dengan saling bersalaman, umat Islam merasa gembira dan bersyukur atas kesempatan untuk merayakan hari kemenangan ini. Mereka mengenakan pakaian baru atau pakaian terbaik sebagai simbol kebahagiaan dan penghormatan.
Setelah itu, banyak keluarga yang mengunjungi makam sanak saudara atau orang-orang terkasih yang telah meninggal dunia. Ziarah kubur ini dilakukan dengan tujuan untuk mendoakan arwah mereka, meminta ampunan, dan mengingat kembali kenangan indah bersama mereka. Saat berada di makam, mereka biasanya membaca doa, mengalunkan surah Al-Fatihah, dan memberikan sedekah sebagai amal bagi yang telah tiada.
Adapun do’anya ketika menyiramkan air diatas kuburan/makam adalah sebagai berikit:
أَللَّهُمَّ اجْعَلْ هَذَا المَاءَ بَرْدًا وَسَلَامًا فِي قَبْرِهِهَا وَاسْقِ تَرَاهُ / هَا بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
Allahummaj’al haadzaalmaa’abar dannwasaalaamann fiiqabrihi haa wasqitsaraahu haa birahmatika yaa arhamarrahimin.
Artinya: “Ya Allah jadikanlah air ini sebagai pendingin dan keselamatan di dalam kuburnya, dan tuangkanlah rahmat di dalam kuburnya dengan rahmat-Mu wahai Yang Pengasih dari Yang Pengasih.”
Kegiatan ziarah kubur ini juga menjadi momen untuk mempererat tali silaturahmi antar anggota keluarga. Seringkali, keluarga besar berkumpul di satu tempat untuk melakukan ziarah bersama, sehingga menciptakan suasana keakraban dan kebersamaan. Selain itu, tradisi ini juga mengajarkan generasi muda untuk menghargai dan mengenang jasa-jasa para leluhur.
Setelah ziarah, banyak keluarga yang melanjutkan dengan mengadakan acara makan bersama, berbagi hidangan khas Idul Fitri, seperti ketupat, opor ayam, dan kue-kue lebaran. Momen ini tidak hanya sebagai ungkapan syukur, tetapi juga sebagai bentuk rasa syukur atas keberadaan keluarga dan sahabat yang masih bersama.
Dengan demikian, Idul Fitri di Indonesia bukan hanya sekadar merayakan hari kemenangan, tetapi juga merupakan waktu untuk merenungkan kehidupan, memperkuat hubungan antar sesama, dan menghormati mereka yang telah mendahului. Tradisi ziarah kubur setelah shalat Idul Fitri menjadi salah satu cara umat Islam di Indonesia untuk menunjukkan rasa cinta dan penghormatan kepada orang-orang tercinta yang telah tiada. red














